Dampak musim kemarau masih terasa di Kulon Progo. Salah satu dampak paling bisa dirasakan ialah penurunan tinggi muka air (TMA) di Bendungan Waduk Sermo, Kecamatan Kokap.
Kendati begitu, penurunan TMA Waduk Sermo tak akan mempengaruhi pendistribusian air di daerah Pengasih hingga akhir tahun mendatang. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Lapangan Pengelola Waduk Sermo Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Novika Prabowo.
Kini ketinggian air waduk berada di level 128, 03 di atas permukaan air laut (mdpl). Bika dihitung sesuai dengan luasan waduk yang mencapai 147 hektare (ha), maka air di waduk masih berkisar mencapai 8,5 juta meter kubik.
Meski lebih rendah dari batas normal yaitu 136 mdpl dengan volume 20 juta meter kubik, kondisi ini menurutnya tidak akan menggangu Musim Tanam (MT) 3 (Juli-Oktober) maupun MT 1 (November-Februari).
"Memang ada penurunan tapi kondisi masih normal, prediksi kami masih bisa untuk mengaliri area persawahan Daerah Irigasi Pengasih di MT 3 dan persiapan MT 1," ungkap Novika, Selasa (01/10/2019).
Novika mengatakan bila kebutuhan air di daerah irigasi Pengasih berkisar antara 300 sampai 500 liter per detik. Namun karena untuk membantu suplai air petani di wilayah daerah irigasi Papah guna keperluan Masa Tanam (MT) lalu, maka suplai air dari waduk ini diperbesar menjadi 800 liter per detik.
"Selama elevasi belum mencapai 124 mdpl, Waduk Sermo tidak akan kekurangan air untuk memenuhi suplai daerah irigasi," sambung Novika.